BERBUAH DALAM TEKANAN

Baca: YOHANES 15:1-8


Bacaan tahunan: Ulangan 28-29

Seorang petani sibuk memotong ranting-ranting pohon anggurnya. Karena kemarau panjang, banyak tanaman di desa itu mati kekeringan. Anehnya, kebun anggur petani tetap menghasilkan buah. "Mengapa anggurmu tetap berbuah, padahal tak ada hujan?" tanya tetangganya. Petani itu menjelaskan, " Karena tanaman anggur mempunyai akar yang kuat dan bisa mencari sumber air jauh ke dalam sumber air yang tersembunyi."

Yesus menggambarkan hubungan kita dengan-Nya seperti pokok anggur dan carang. Pokok anggur adalah sumber kehidupan dan kemampuan untuk berbuah. Carang hanya bisa hidup dan berbuah jika melekat pada pokoknya. Yesus berkata bahwa carang yang berbuah akan dibersihkan yang artinya dipangkas, diuji, bahkan ditekan agar menghasilkan buah yang lebih banyak. Inilah bagian proses pertumbuhan agar carang-carang itu menghasilkan lebih banyak buah.

Ketika kita berada dalam tekanan, entah dalam pekerjaan, keuangan, atau bahkan pelayanan, kita diingatkan untuk tidak menarik diri dari Tuhan. Kita diajar bahwa dalam tekanan itulah akar iman kita diperdalam. Dia berkata, "Tinggallah di dalam Aku." Tinggal di dalam-Nya berarti menjaga hubungan dengan-Nya melalui doa, firman, dan belajar menaati-Nya meski tidak nyaman. Tekanan hidup yang kita alami bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, melainkan sarana untuk memperkuat kebergantungan kita kepada-Nya. Dengan demikian, kita tetap berbuah dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. --SYS/www.renunganharian.net


TEKANAN HIDUP BISA MEMBUAT BANYAK ORANG TAWAR HATI, TETAPI ORANG YANG TINGGAL DI DALAM KRISTUS AKAN TETAP KUAT DAN BERBUAH.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media