Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 2 TAWARIKH 28
Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 2-5
Ahas benar-benar takut. Pasukan musuh yang jauh lebih kuat sedang dalam perjalanan untuk memeranginya. Lalu Tuhan mengutus Nabi Yesaya untuk meneguhkannya, serta memberinya jaminan perlindungan dari-Nya (Yes. 7). Namun, Ahas tidak mau percaya kepada Tuhan. Ia lebih percaya kepada berhala-berhala pujaannya. Ia bahkan mempersembahkan anak-anaknya sebagai kurban bakaran bagi berhala-berhala itu (ay. 3). Dalam keadaan kalut dan terdesak, ia meminta bantuan kepada raja negeri Asyur. Raja itu pun datang, tetapi bukan untuk mendukungnya, melainkan untuk menekannya (ay. 20). Hartanya dan kekayaan bangsanya pun dirampas (ay. 21). Ahas benar-benar nahas. Ya, raja Yehuda itu sungguh sial, celaka, dan malang.
Kisah Ahas menunjukkan betapa malangnya seseorang yang menaruh sandarannya pada manusia. Saat ia berpikir akan mendapatkan pertolongan, ia justru membuka pintu kepada bahaya yang jauh lebih mengerikan. Saat ia mengira akan mendapatkan kelegaan, ia justru semakin tertekan dan menderita. Saat ia semakin mengandalkan dirinya, ia justru semakin tidak berdaya.
Menyedihkannya, semua kemalangan ini menimpa Ahas akibat pilihan buruk yang dibuatnya sendiri. Dia berubah setia kepada Tuhan. Ia berpaling dari-Nya serta mengira dirinya jauh lebih hebat, lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berhikmat dari Tuhan. Ia mengabaikan firman-Nya. Ia menolak utusan-Nya. Ketidakpercayaan itu harus ia bayar mahal, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga mengakibatkan kehancuran bangsanya. Karenanya, tetaplah iman kita berpaut pada Allah. Dialah pertolongan yang senantiasa dapat kita andalkan. --HT/www.renunganharian.net
"TERKUTUKLAH ORANG YANG MENGANDALKAN MANUSIA, " TETAPI "DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN."-YEREMIA 17:5, 7
Please sign-in/login using: