Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MAZMUR 112:1-9
Bacaan tahunan: Ayub 5-7
Kita hidup di zaman di mana berita buruk hanya sejauh sentuhan jari. Istilah doomscrolling-kebiasaan terus-menerus membaca berita negatif di media sosial-telah menjadi fenomena mental yang melelahkan. Kita cemas tentang stabilitas ekonomi, kesehatan, hingga masa depan keluarga. Di tengah badai informasi ini, kita sering bertanya, "Adakah cara untuk tetap tenang saat dunia sedang kacau?"
Mazmur 112 menolong kita untuk melihat kekuatan di tengah ketidakpastian. Bagaimana manusia yang fana dan penuh dosa bisa memiliki kekuatan tersebut? Kuncinya ada pada ayat pertama, "Sangat suka kepada segala perintah-Nya." Orang benar dalam Mazmur 112 bukan orang yang sekadar melakukan kewajiban agama, melainkan orang yang "jatuh cinta" pada karakter Allah. Ketika kita melekat pada Allah yang kekal, sifat-sifat-Nya mulai menular kepada kita. Mazmur 112 adalah potret sempurna dari Yesus Kristus. Dialah satu-satunya Manusia yang takut akan Tuhan secara sempurna. Dialah yang memberikan segala kekayaan surgawi-Nya dan menjadi miskin bagi kita (ay. 9). Di atas kayu salib, Yesus menghadapi "kabar paling buruk" agar hari ini kita tidak perlu lagi takut pada kabar buruk apa pun di dunia ini. Kita tidak lagi berjuang untuk menjadi benar agar diterima Allah, tetapi kita hidup benar karena kita sudah diterima di dalam Kristus.
Dunia mungkin akan terus menyuguhkan kabar buruk. Inflasi, bencana, konflik hingga kesulitan mungkin datang silih berganti. Namun, Mazmur 112 mengundang kita untuk berhenti cemas tanpa harap dan mulai menjadi cermin kebaikan Tuhan. Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika orang melihat ketenangan dan kemurahan hati kita, mereka tidak lagi melihat kita, melainkan melihat Tuhan yang kita sembah. --DSK/www.renunganharian.net
CINTA PADA TUHAN HAPUS TIAP KECEMASAN.
Please sign-in/login using: