Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KEJADIAN 22:1-19
Bacaan tahunan: Ester 1-5
Saat menanyakan kabar kepada seseorang, biasanya kita mendengar jawaban, "Aku baik-baik saja." Namun, adakalanya mereka mengatakan, "Aku tidak baik." Saat itu di benak kita dapat terlintas berbagai kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan orang itu. Satu persamaannya, semuanya bersifat tidak menyenangkan. Mungkin orang itu menderita sakit, mengalami musibah, atau menghadapi masalah.
Tuhan menyuruh Abraham pergi ke tanah Moria, lalu mempersembahkan di situ Ishak sebagai kurban bakaran. Keesokan harinya, pagi-pagi Abraham bangun untuk melaksanakan perintah Tuhan. Tiada terucap perbantahan, padahal sebentar lagi ia kehilangan anaksatu-satunya. Alasannya ialah iman. Sesudah tiga hari berjalan, Abraham menyuruh kedua hamba yang menyertainya tinggal di tempat, sementara ia dan Ishak meneruskan perjalanan. Ia memberi pesan kepada mereka, yang mana di situ tergurat dua hal yang diyakininya. Pertama, Ishak tidak mati, sebab itu ia berkata, "Kami akan kembali kepadamu." Hal kedua yang ia yakini termuat dalam kitab Ibrani, yakni sekalipun Ishak mati, Tuhan sanggup membangkitkannya kembali (lih. Ibr. 11:19). Singkatnya, Abraham beranggapan bahwa segalanya akan baik-baik saja.
Keadaan tidak selalu baik adanya. Kesukaran dapat tiba-tiba muncul. Namun, iman selalu menyatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja. Sebab iman senantiasa memandang kepada Tuhan yang penuh kuasa, yang sanggup melakukan apa pun. Jika kita mengharap hari-hari kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita maka imanlah yang terutama harus kita miliki. --LIN/www.renunganharian.net
TUHAN EMPUNYA KUASA UNTUK MELAKUKAN SEGALANYA MAKA ITU BERARTI SEGALANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA.
Please sign-in/login using: