Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 2 KORINTUS 12:1-10
Bacaan tahunan: 1 Raja-raja 12-14
Seorang pendeta muda tiba-tiba didiagnosis menderita penyakit autoimun yang membuatnya sulit bergerak. Ia frustrasi. Pelayanan yang dulu menjadi panggilan, kini terasa seperti beban karena keterbatasan fisiknya. Dalam masa sulitnya, ia berhenti berkhotbah dan mulai menulis renungan. Ia mulai menulis bukan karena kekuatan, tapi karena kelemahan yang memaksanya duduk dan diam di hadapan Tuhan. Ternyata, tulisan-tulisannya mulai menyentuh banyak orang, bahkan lebih luas dari pelayanannya dulu. Dalam syukurnya ia berdoa, "Tuhan, jika inilah cara-Mu menunjukkan kekuatan-Mu dalam hidupku, aku bersyukur untuk kelemahan ini."
Paulus juga menceritakan tentang "duri dalam dagingnya", suatu kelemahan atau penderitaan yang ia mohon tiga kali agar Tuhan ambil darinya. Namun, Tuhan tidak mengabulkannya. Sebaliknya, Tuhan memberi jawaban yang luar biasa, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu." Paulus belajar memahami bahwa Tuhan tidak selalu menghapus kelemahan, tetapi Ia selalu mencurahkan anugerah-Nya agar ia bisa bertahan, bahkan menjadi berkat.
Sering kali kita merasa tidak cukup baik dan tidak cukup mampu untuk menjalani panggilan hidup. Dunia mengajarkan bahwa kita harus selalu tangguh. Namun, Tuhan bekerja dengan cara berbeda. Ia tidak mencari orang yang kuat menurut standar dunia, melainkan orang yang bersandar kepada-Nya dalam kelemahan. Dalam kondisi terlemah dalam hidup kita, anugerah Tuhan bekerja paling nyata. Bukan saat kita berdiri kokoh, tapi saat kita tersungkur dan tetap percaya. --SYS/www.renunganharian.net
KELEMAHAN KITA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, ITU AWAL DARI ANUGERAH YANG BEKERJA TANPA BATAS.
Please sign-in/login using: