Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MAZMUR 16
Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 18-19
Kini, begitu banyak orang berlomba mencari kebahagiaan lewat gemerlap dunia. Mal-mal selalu ramai, konser musik dipadati penonton, dan media sosial dipenuhi foto-foto liburan mewah atau pencapaian gemilang. Dari luar, semua tampak indah, seolah hidup penuh warna cerah. Namun, di balik itu semua, banyak yang merasakan kehampaan, kesepian, dan kelelahan batin. Gemerlap yang terlihat acapkali tak diikuti dengan damai dan sukacita di hati.
Mazmur 16 menggambarkan pengalaman Daud yang berbeda dari arus pencarian dunia kini. Ia menyatakan bahwa Tuhanlah yang menjadi bagian dan warisan hidupnya. Bagi Daud, hidup bukan soal harta, kuasa, atau popularitas. Melainkan, hidup itu tentang berada dalam hadirat Allah. Ayat 11 menegaskan bahwa jalan kehidupan hanya ditemukan ketika kita dekat dengan-Nya. Sebab, hanya di dalam Allah ada sukacita sejati.
Sukacita tersebut bukanlah perasaan sesaat yang muncul karena tersedia kondisi ideal. Melainkan, itu sebuah anugerah yang mengalir dari relasi pribadi dengan Tuhan. Gemerlap dunia bisa menipu: memberi kesenangan sesaat, lalu hilang. Namun, sukacita dari Tuhan memelihara hati, meski di tengah kesulitan dan penderitaan.
Masalahnya, apakah kita mencari kepuasan pada gemerlap dunia ataukah hadirat Tuhan? Apakah kita lebih sibuk mengejar hal-hal fana ataukah membangun keintiman dengan Allah? Pemazmur mengajak kita untuk menata fokus hidup ini. Jangan sampai kita terjebak memburu kesenangan sesaat, tetapi kehilangan sukacita kekal. Mari kita belajar untuk menghidupi hadirat Tuhan lebih daripada mengejar gemerlap dunia. --SAP/www.renunganharian.net
KEHIDUPAN YANG MEGAH DAN MENCOLOK AKAN HAMPA, HIDUP SEDERHANA AKAN PENUH MAKNA JIKA TUHAN DI DALAMNYA.
Please sign-in/login using: