KEBENARAN ATAU PEMBENARAN

Baca: MATIUS 4:1-11


Bacaan tahunan: Hakim-hakim 3-5

Ketika mencobai Yesus, Iblis mengutip sebuah ayat yang tertulis dalam Mazmur 91:11-12, "Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu" (ay. 6). Lihatlah! Bahkan Iblis pun tahu Alkitab. Iblis mengambil ayat dengan benar.

Meski demikian, Yesus menolak perintah Iblis, pun dengan mengutip sebuah ayat yang lain (ay. 7), yang tertulis dalam Ulangan 6:16. Yesus tidak tergoda dengan pembenaran rohani yang dilakukan Iblis. Sebab, sekalipun Iblis mengambil ayat yang benar, ia mencabut konteks dan tujuan asli ayat tersebut. Sekalipun Mazmur 91 berbicara tentang perlindungan Tuhan, tujuannya bukan untuk membenarkan tindakan nekat yang mencobai Tuhan. Sebaliknya, dengan ayat yang dikutip-Nya, Yesus menunjukkan bahwa firman harus dipahami secara utuh, bukan sepotong-sepotong. Hanya dengan mengutip satu ayat tentu tidak dapat dipakai untuk membenarkan tindakan yang bertentangan dengan prinsip kebenaran Tuhan.

Setiap ayat yang tertulis di dalam Alkitab adalah kebenaran dari Tuhan yang saling terkait satu dengan yang lain. Karena itu, ayat Alkitab harus dipahami secara utuh dan kontekstual. Dengan demikian, tujuan dari membaca Alkitab semestinya adalah mengetahui kebenaran. Sehingga kita terbuka untuk diubahkan jika nyata-nyata keyakinan awal kita bertentangan dengannya. Jangan sampai kebenaran Alkitab diputarbalikkan demi mencari pembenaran untuk mendukung setiap pandangan, keyakinan, bahkan niat jahat kita. --EBL/www.renunganharian.net


ALKITAB ADALAH SUMBER KEBENARAN, BUKAN PEMBENARAN UNTUK MEMBUAT YANG KELIRU MENJADI TAMPAK BENAR.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media