MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Baca: FILIPI 3


Bacaan tahunan: Ayub 14-16

Sekarang ini, banyak orang yang bangga dan berlomba mengunggah foto atau cerita di media sosial untuk memperlihatkan pencapaian hal-hal lahiriah. Rasul Paulus menyatakan, jika orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, ia lebih lagi. Namun, apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap kerugian karena Kristus. Rasul Paulus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah supaya memperoleh Kristus.

Beberapa bulan setelah suami saya meninggalkan pekerjaan di sebuah bank asing ternama dan beralih menjalani pelayanan sepenuh waktu, atasannya menelepon dan mengajak untuk bergabung kembali membantu mengerjakan proyek. Sempat timbul keraguan mengingat saat itu kami dalam proses penyesuaian secara ekonomi dengan kondisi penghasilan suami yang sudah tidak bekerja lagi di bank asing. Bersyukur kepada Tuhan, kami belajar untuk konsisten melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut dan fokus lanjut melayani Tuhan sepenuh waktu.

Istri Lot mendapat perintah untuk lari menyelamatkan nyawa dan jangan menoleh ke belakang, tetapi istri Lot menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam (Kej. 19:17, 26). Mari kita melupakan apa yang telah di belakang, jangan menjadikan hal-hal lahiriah yang selama ini kita banggakan dan kejar sebagai prioritas utama dan tujuan hidup, pikiran kita tidak semata-mata hanya untuk perkara duniawi, tetapi mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan dan berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus (Flp. 3:14, BIMK). --IN/www.renunganharian.net


JANGAN ARAHKAN DIRI HANYA KEPADA HAL-HAL LAHIRIAH DAN PERKARA DUNIAWI, TETAPI ARAHKAN DIRI KEPADA HAL-HAL ROHANI DAN PERKARA SURGAWI.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media