PANGGILAN ALLAH

Baca: KELUARAN 3


Bacaan tahunan: Kejadian 4-7

Perjumpaan David Livingstone muda, misionaris dari Skotlandia, dengan Robert Moffat, seorang misionaris di Afrika, mengubah jalan hidup David. Ia kemudian melihat visi yang Allah berikan melalui kesaksian Robert Moffat tentang kebutuhan orang-orang di Afrika akan Injil. Sebuah perjumpaan yang mengubah hidup karena menemukan panggilan Allah.

Itulah juga yang dialami oleh Musa. Hari itu, Musa sedang berada di seberang padang gurun, di sekitar gunung Horeb. Ia ada di sana sebagai seorang penggembala ternak mertuanya. Musa tampaknya berusaha melupakan masa lalunya di Mesir. Namun, Allah tidak melupakan Musa dan berinisiatif menjumpainya secara pribadi. Melalui pemandangan semak yang menyala-nyala, tetapi tidak hangus terbakar, Allah berbicara kepada Musa dan memanggilnya untuk menyelamatkan umat Israel. Allah memperkenalkan dirinya sebagai Allah Yang Kudus sehingga Musa harus menanggalkan kasutnya. Allah juga memperkenalkan diri sebagai Allah nenek moyang Musa dan Allah yang tidak melupakan umat-Nya. Musa belajar mengenal arah hidupnya bukan lagi dari sudut pandang dirinya saja, tetapi dari cara pandang Allah. Musa belajar melihat kebutuhan umat Allah bukan hanya sekadar kebutuhan hidupnya sendiri. Musa belajar untuk melihat panggilan Allah.

Sampai hari ini Allah terus bekerja dalam kehidupan kita secara pribadi. Ia mau kita mengenal-Nya dengan benar dan menemukan panggilan hidup kita. Perjumpaan dengan Allah dan pengenalan akan Allah memang akan mengubahkan hidup kita, dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup yang dipakai Tuhan. Bersediakah kita menundukkan diri kepada-Nya?
-DSK/www.renunganharian.net


PERJUMPAAN DENGAN ALLAH MENGUBAH ARAH HIDUP KITA UNTUK MENJADI ALAT DI TANGAN-NYA


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media