Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: AMSAL 25:16-28
Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 12-14
Di zaman kuno, tembok kota bukan hanya lambang kekuatan, tapi perlindungan utama bagi warga di dalamnya. Tembok yang kokoh membuat musuh berpikir dua kali sebelum menyerang sebuah kota. Yerikho, misalnya, pernah menjadi kota yang disegani karena temboknya yang besar dan kuat-lalu Tuhan meruntuhkannya dengan cara yang ajaib. Namun, bayangkan jika tembok itu tak pernah dibangun. Kota itu akan menjadi sasaran empuk-dirampas, dijarah, diacak-acak.
Kitab Amsal 25:28 menegaskan, "Bagaikan kota yang roboh temboknya, demikianlah orang yang tak dapat mengendalikan diri." Ini gambaran yang tepat. Memang, kita bagaikan membuka pintu bagi kehancuran, bila tanpa pengendalian diri: amarah yang tak terkendali, nafsu yang mendominasi, kata-kata yang menyakiti, kebiasaan buruk yang terus terjadi. Semua itu seperti retakan di tembok batin, yang pelan tapi pasti akan meruntuhkan hidup kita.
Di tengah dunia yang penuh hiruk-pikuk oleh godaan digital, tekanan hidup, kelelahan emosional-pengendalian diri merupakan sebuah keharusan. Kita memerlukan disiplin rohani untuk membangun tembok batin guna melindungi hati, pikiran, dan kewarasan hidup.
Tembok batin itu dibangun lewat doa yang tekun, pembacaan firman, saat teduh bersama Tuhan, dan persekutuan yang saling menopang. Roh Kudus akan memberi kita kekuatan untuk mengendalikan diri, memilih yang benar, dan tetap teguh ketika musuh jiwa menyerang. Ingatlah, hidup kita berharga. Maka, jangan biarkan tembok pengendalian diri kita roboh. Jagalah dengan waspada. --SAP/www.renunganharian.net
JIKA KAMU KEHILANGAN PENGENDALIAN DIRI, SEGALANYA AKAN HANCUR.-JOHN WOODEN
Please sign-in/login using: