SALING MENANGGUNG BEBAN

Baca: GALATIA 6:1-10


Bacaan tahunan: Mazmur 36-39

Dalam suatu rapat, panitia dikejutkan dengan kekurangan dana hingga sepuluh juta rupiah, padahal acara tinggal dua minggu lagi. "Dari mana kita bisa mendapat uang dalam sekejap?" ucap ketua panitia. Dalam kondisi tersebut, gembala gereja lantas mengingatkan tentang semangat saling menolong. "Jika masih ada kekurangan dana, mari kita upayakan dan doakan bersama. Kita tanggung beban ini bersama-sama, sambil meyakini bahwa Tuhan pasti menolong, " ucap sang gembala yang menyejukkan hati.

Beban atau permasalahan hidup bisa melanda siapa saja, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, atau urusan gereja. Dalam kondisi seperti ini, nasihat yang diberikan oleh Paulus kepada jemaat Galatia terasa masih relevan: bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Ada semangat "saling menolong" yang perlu dikobarkan, supaya beban yang ada jangan sampai dipikul sendiri. Paulus juga menyebut tentang "memenuhi hukum Kristus", yang membuat kita teringat ajaran Yesus, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat. 22:39).

Ya, tindakan meringankan beban adalah wujud kasih yang sejati, yang bisa berwujud apa pun, mulai berbagi uang, telinga yang mendengarkan, tepukan di bahu, pelukan hangat bagi hati yang terluka, kehadiran dalam suasana duka, atau mendoakan pergumulan orang lain. Oleh karena tindakan ini merupakan pemenuhan terhadap hukum Kristus, kita meyakini bahwa pertolongan Allah akan dinyatakan karena kita sedang melakukan firman-Nya dengan menyatakan kasih kepada sesama lewat tindakan nyata. --GHJ/www.renunganharian.net


BEBAN SEBERAT APA PUN AKAN TERASA RINGAN KETIKA DIPIKUL BERSAMA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media