TERSEDIA JALAN PULANG

Baca: HOSEA 14:1-4


Bacaan tahunan: Yosua 22-24

Pada zaman Hosea, bangsa Israel hidup dalam suasana keseharian yang kian jauh meninggalkan Allah. Mereka mengumbar kesenangan, mencari kekuatan pada bangsa asing, dan menyembah berhala. Kota-kota mereka dihiasi dengan kuil-kuil kafir yang serba megah. Mereka benar-benar mengabaikan keberadaan Allah, yang telah membawa mereka keluar dari perbudakan. Namun, di tengah pengkhianatan itu, suara nabi terdengar jelas: masih ada jalan untuk kembali kepada Allah.

Firman Tuhan melalui Hosea mengungkapkan sebuah harapan dan kesempatan. Allah tidak menutup pintu bagi umat yang berdosa. Sebaliknya, Ia mengundang, "Kembalilah, hai Israel" (ay. 2). Ini bukan sekadar ajakan, melainkan juga janji bahwa Allah hendak menyembuhkan, mengampuni, dan memulihkan mereka. Jalan pulang tersedia. Bukan lewat ritual dan daya upaya lahiriah, melainkan melalui pengakuan hati.

Bacaan Alkitab hari ini menegaskan bahwa yang Allah kehendaki bukanlah korban bakaran, melainkan pengakuan bibir yang jujur (ay. 3). Kata-kata penyesalan yang tulus di hadapan Tuhan, lebih berharga daripada persembahan terbesar sekalipun. Inilah inti pertobatan, kembali dengan hati yang hancur dan mulut yang bersedia mengakui dosa di hadapan Tuhan.

Bagi kita, pesan Hosea sedemikian relevan. Seberapa jauh pun kita telah meninggalkan Tuhan, jalan pulang tetap terbuka. Allah selalu setia menunggu. Ia menanti kesediaan kita untuk datang kepada-Nya dengan membawa kejujuran dan pengakuan. Saat kita bersedia bergegas melangkah untuk pulang, Ia telah siap menyambut dengan senyuman dan pelukan kasih-Nya. --SAP/www.renunganharian.net


KASIH ALLAH SELALU BEKERJA UNTUK MEMBANTU JIWA MENEMUKAN JALAN PULANG KEMBALI KE RUMAH.-HAROLD KLEMP


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media