Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: 1 RAJA-RAJA 17:7-16
Bacaan tahunan: Kejadian 27-29
Ahab, raja Israel, melakukan kejahatan di mata Tuhan. Ia beribadah kepada Ba'al. Elia, sang nabi, mengancamkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan turun. Kemudian oleh petunjuk Tuhan, Elia tinggal bersembunyi di tepi Wadi Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Dari wadi itu, Elia minum. Pada pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya (lih. 1Raj. 17:1-6).
Selang beberapa waktu, wadi kerit mengering (ay. 7). Pada saat itu mungkin juga burung-burung gagak berhenti datang membawa makanan. Kembali Elia mendengar petunjuk Tuhan. Ia harus berangkat ke Sarfat di wilayah Sidon dan tinggal di sana. Nanti ada seorang janda yang memberinya makan (ay. 8-9). Faktanya, Tuhan itu Maha Kuasa! Dia dapat mengkhususkan Wadi Kerit. Dia dapat membuat air di dalamnya terus mengalir. Namun, jika demikian sang nabi akan terlena dan berpikir Wadi Keritlah yang menyokong kehidupannya, juga burung-burung gagak. Maka, Tuhan membiarkan wadi itu dalam keadaan sebagaimana mestinya. Tuhan ingin Elia mengingat bahwa Dialah yang memberinya minum dan makanan, atau dengan kata lain Dialah Sang Sumber Kehidupan.
Serupa terjadi pada kita. Adakalanya Tuhan mengizinkan "Wadi Kerit" kehidupan kita mengering. Segala sesuatu tidak berjalan dengan lancar, malahan muncul berbagai kesukaran. Maka, kita yang tadinya terlena sekarang memandang kepada Tuhan. Kita yang tadinya mengira keberhasilan yang selama ini dinikmati ialah karena kemampuan diri sendiri, menjadi paham bahwa semuanya itu dikarenakan Tuhan. Dialah yang memberi penyertaan serta perlindungan. Dialah yang memberkati, menyokong, dan menolong, atau tepatnya Dialah Sang Sumber Kehidupan.
-LIN/www.renunganharian.net
ACAPKALI KESUKARAN DAPAT MENGEMBALIKAN KESADARAN KITA TERHADAP TUHAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN
Please sign-in/login using: