Gita Bakti · No. 315
HAI, DENGAR NYANYIAN SUCI
Hark! The Sound of Holy Voices
- Komposer
- Belanda +1700
- Penulis
- Christopher Word Worth (1807-1855), terj. H.A. Pandopo 1984
- Nada dasar
- 1=G 4/4
1.
Hai, dengar nyanyian suci
di pesisir laut kristal.
Haleluya, Haleluya,
puji Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi,
bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih,
palma dalam tangannya.
2.
Kaum leluhur, nabi, raja
yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil
yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita
yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan;
bersyukur kepada-Nya.
3.
Waktu usai kesusahan,
dibersihkan jubahnya
dalam darah Anakdomha,
Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara,
penghinaan dan pedang;
atas Iblis pun mereka
dalam Kristus t'lah menang
4.
Berpegangkan panji salib,
laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus'lamat,
Raja dan Panglimanya;
ikut Dikau menderita,
riang dan tetap teguh;
ikut Dikau dalam maut,
ikut dalam hidup-Mu.
5.
Kini mulia mereka,
kini jalannya cerah,
kini diberi padanya
air hidup yang baka;
kasih kurnia abadi,
kebenaran yang teguh,
dalam sinar Sang Tritunggal
dinikmatinya penuh.
6.
Putra Tunggal Tuhan Allah
cah'ya dari T'rang kekal,
Pemersatu kawananmu.
Tubuh-Mu, Imanuel,
oh, curahkan pada kami
kepenuhan-Mu terus,
hingga kami muliakan
Bapa, Putra, Roh Kudus.
Hai, dengar nyanyian suci
di pesisir laut kristal.
Haleluya, Haleluya,
puji Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi,
bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih,
palma dalam tangannya.
2.
Kaum leluhur, nabi, raja
yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil
yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita
yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan;
bersyukur kepada-Nya.
3.
Waktu usai kesusahan,
dibersihkan jubahnya
dalam darah Anakdomha,
Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara,
penghinaan dan pedang;
atas Iblis pun mereka
dalam Kristus t'lah menang
4.
Berpegangkan panji salib,
laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus'lamat,
Raja dan Panglimanya;
ikut Dikau menderita,
riang dan tetap teguh;
ikut Dikau dalam maut,
ikut dalam hidup-Mu.
5.
Kini mulia mereka,
kini jalannya cerah,
kini diberi padanya
air hidup yang baka;
kasih kurnia abadi,
kebenaran yang teguh,
dalam sinar Sang Tritunggal
dinikmatinya penuh.
6.
Putra Tunggal Tuhan Allah
cah'ya dari T'rang kekal,
Pemersatu kawananmu.
Tubuh-Mu, Imanuel,
oh, curahkan pada kami
kepenuhan-Mu terus,
hingga kami muliakan
Bapa, Putra, Roh Kudus.

