Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YOHANES 13:1-20
Bacaan tahunan: Hakim-hakim 16-18
Pengkhianatan ialah tindakan yang amat kejam. Yesus mengerti seorang dari murid-Nya yang bernama Yudas Iskariot akan mengkhianati dan menjual-Nya kepada imam-imam kepala seharga tiga puluh uang perak (lih. Mat. 26:14-16). Dengan jalan itu Dia kemudian disalibkan.
Pada malam sebelum diri-Nya diserahkan, Yesus makan bersama murid-murid-Nya. Tiba-tiba Dia bangun dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Dia menuangkan air ke dalam sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, satu per satu (ay. 4-5). Kaki-kaki yang basah itu diseka-Nya dengan kain linen yang tadi terikat di pinggang-Nya. Sesudah itu Dia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya (ay. 12). Kini terlihat kaki Simon Petrus, kaki Yohanes, kaki Yakobus, dan kaki kesembilan murid lainnya sudah bersih. Yesus membasuh kaki mereka semua, juga kaki Yudas. Lewat tindakan tersebut terungkap jelas bahwa Yesus mengasihi semua murid-Nya, termasuk Yudas. Dia menunjukkan kebaikan, juga terhadap si pengkhianat.
Kaki Yudas yang juga bersih memunculkan keharuan dan kelegaan dalam hati kita. Faktanya, kita pun kerap berkhianat kepada-Nya! Kita kerap lebih memilih menuruti keinginan dunia daripada kehendak Tuhan. Namun, masih saja Yesus mengasihi kita. Masih saja Dia menunjukkan kebaikan dengan senantiasa menyertai, melindungi, serta memberkati kehidupan kita. Kaki Yudas yang juga bersih menyadarkan kita akan tindakan yang sepatutnya kita lakukan. Tidak boleh kita memendam kebencian terhadap orang-orang yang telah berkhianat, dalam arti melakukan kesalahan terhadap kita. Maulah kita mengampuni mereka. Maulah kita mengasihi dengan tetap berbuat kebaikan kepada mereka. --LIN/www.renunganharian.net
YESUS MENGASIHI SEMUA ORANG TANPA MEMBEDA-BEDAKAN MAKA SEPATUTNYA KITA PUN BERTINDAK DEMIKIAN.
Please sign-in/login using: