Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: MATIUS 28:16-20
Bacaan tahunan: 2 Tawarikh 18-20
Sebuah mobil yang meluncur seketika berhenti saat seseorang melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Si pengemudi bertanya, "Ada apa?" "Putar balik, Pak, " jawab orang itu, "Jalan di depan longsor. Berbahaya kalau lewat di sana." Sebelum pergi, si pengemudi berulang kali mengucapkan terima kasih karena orang itu telah menyelamatkan nyawanya.
Menjalani kehidupan di dunia ini serupa melakukan sebuah perjalanan. Banyak orang tanpa sadar melangkah menuju kebinasaan. Teramat menyedihkan melihat satu per satu jiwa mereka melayang. Karena itu, sebelum terangkat ke surga, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung-Nya kepada umat-Nya. Dia mengutus kita pergi. Kita ditugaskan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, yakni membawa mereka yang belum percaya untuk mengenal Yesus dan menerima Yesus Tuhan sebagai Juru Selamat. Sebagai tanda percaya, mereka dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (ay. 19). Selanjutnya kita mengajar mereka untuk melakukan perintah Tuhan, dalam arti hidup dalam kebenaran (ay. 20). Pendeknya, Tuhan Yesus ingin kita "melambai-lambaikan tangan" kepada orang-orang yang berjalan menuju kebinasaan tadi agar berbelok menuju jalan kehidupan.
"Melambai-lambaikan tangan" kepada seseorang akan menarik perhatian orang itu. Ia mungkin datang dan bertanya, "Ada apa?" Namun, mungkin juga ia tertawa, lalu mengabaikan kita karena menyangka kita berpenyakit jiwa. Demikian ketika kita berbicara tentang Yesus, mereka mungkin menerima. Namun, mungkin juga mereka menghina atau mencemooh kita. Menghadapi adanya kemungkinan kedua, masihkan kita mau "melambai-lambaikan tangan" kita? Masihkah kita bersedia memberitakan Injil? Moga-moga kita menjawab, "Ya." Moga-moga kita rela menanggung ketidaknyamanan demi jiwa-jiwa dapat terselamatkan. --LIN/www.renunganharian.net
TUHAN YESUS MENGHENDAKI KITA UNTUK BERGERAK MEMBERITAKAN INJIL AGAR ORANG-ORANG TERHINDAR DARI MASUK KE DALAM LUBANG KEBINASAAN.
Please sign-in/login using: